Selasa, 04 Oktober 2011

saatnya beralih ke Broadband

Tren masyarakat yang selalu dinamis membuat para pengusaha juga memperbaharui bisnis mereka, terutam pada bidang Teknologi dan Informasi.
Saat ini para penyedia layanan informasi seperti provider telpon genggam mulai beralih haluan, tidak beralih sih, hanya menabah saja. yang tadinya hanya fokus pada voice dan sms saja kini mereka lebih fokus untuk menyoroti dunia broadband, yakni dunia komunikasi selain voice dan sms. Karena tren masyarakat yang saat ini yang seemakin suka dengan yang namanya Internet, seperti facebook, twitter, dan dunia social networking lainnya. mau tidak mau masyarakat membutuhkan layanan data dari provider telpon seluler. Kesempatan ini rupanya dilihat dengan baik oleh para provider telpon genggam. Karena mereka mau tidak mau harus mengikuti pangsa pasar. Tren masyarakat saat ini yakni selalu up date, selalu eksis, dan tidak mau ketinggalan informasi. kini hanya dengan telpon genggam mereka bisa mengakses informasi apa saja yang mereka inginkan. untuk memenuhi keinginan masyarakat itu para provider mulai mengalihkan bisnis mereka lebih ke dunia broadband, karena pada saat ini hal itulah tambang emas bagi mereka.
mereka para provider berlomba lomba untuk menarik para konsumen, mulai dari memperbaiki kualitas jaringan, hingga perang tarif yang begitu kental terasa.
dan pada akhirnya masyarakatlah yang harus memilih dan memilah agar tidak menyesal menggunakan layanan yang begitu banyak dan begitu menarik promonya .
wassalam

Menyatukan Bangsa Melalui Sepakbola

hanya ada sedikit cara untuk menyattukan bangsa Indonesia, salah satunya yaitu sepakbola.sepakbola mampu menyatuka seluruh elemen bangsa dari sabang hingga merauke.
Masih segar dalam ingatak kita ketika piala AFF lalu,, seluruh warga negara Indonesia bersatu merah semua (tentunya harus merah harus menang dong) mereka meninggalkan semangat kedaerahan, yang ada hanyalahh merah putih di dada mereka.
Mengingat akhir akhir ini banyak terjadi gejolak gejolak yang jika dibiarkan akan mungkin memecah  masyarakat Indonesia yang beberapa waktu lalu sempat sangat antusias dengan merah putih. Pemerintah seharusnya bisa lebih tanggap akan hai ini, yaitu untuk lebih menyatukan Bangsa, yakni salah satunya dengan sepakbola. dengan sepakbola masyarakat indonesia yang tadinnya berupa warna, ras budaya, dan masih banyak semngan kedaerahan lainnya kini dengan sepakbola bisa menjadi satu lambang, yaitu Merh Putih. jangan sampai antusiasme masyarakat yang sudah terpupuk kini menjadi layu lagi. salah satu caranya yakni dengan memperbaiki kualitas sepakbola nasional kita.
jika atmosfer sepakbola dinegara kita sudah menjadi sebuah mode, apalagi jika Timnas kita mampu bicara banyak setidaknya di Asia saja pasti seluruh warga Indonesia mampu menyatukan Ideologi mereka.
Harapan kita sebagai warga Indonesia yang rindu dengan semangat kebersamaan, pemerintah lebih menggiatkan lagi atau setidaknya merombak Timnas menjadi sebuah Tim yang mampu berbicara banyak di kancah Asia, jangan hanya mengurusi kepentingan individu dan golongan saja.

sebuah pelajaran untuk kita

pada sebuah briefing saya mendapat sebuah cerita yang cukup menarik dari salah satu bos saya, adapun ceritanya ::::


Ada seorang arsitek yang bekerja selama bertahun tahun pada sebuah perusahaan konstruksi. si arsitek sudah mengabdikan dirinya bertahun tahun untuk perusahaan tersebut,  dari perusahaan tersebut masih kecil, belum dikenal oleh siapapun sampai saat ini perusahaan tersebut sudah cukup dikenal di kota tersebut.
Namun akhir akhir ini dia merasa ada yang kurang, yakni dari dahulu hingga sekarang gajinya belum juga mengalami peningkata. Ia pun mengungkapkan keinginannya kepada ownernya, jika ia ingin resign dari perushaanya. si owner pun sejenak berpikir dan ia pun menyetujuinya namun dengan syarat ia harus membuat sebuah rumah yang terbaik yang pernah ia buat, atau dengan kata lain mengeluarkan seluruh kemampuan si arsitek itu untuk membuat sebuah rumah.
si Arsitekpun merasa semakin kesal, ia pun membuat rumahnya asal asalan, tidak dengan rasa yang ikhlas, dan tentu saja hasilnya jauh dari kemampuan terbaik yang ia miliki.
sesudah jadi si arsitek itu menyerahkan kunci rumah yang baru di buatnya itu kepada owner perusahaanya itu, namun si owner malah mengembalikkan kunci rumah yang baru itu kepada si arsitek yang akan resign  dari perrusahaanya seraya mengucapkan "aku tidak dapat memberikan apapun kepadamu kecuali sebuah rumah yang baru saja engkau buat itu". mendengar kata itu si arsitek pun sangat menyesal karena hasilnya sangat jauh dari kata memuaskan.

ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita diatas. monggo dicari sendiri. suwun