pada sebuah briefing saya mendapat sebuah cerita yang cukup menarik dari salah satu bos saya, adapun ceritanya ::::
Ada seorang arsitek yang bekerja selama bertahun tahun pada sebuah perusahaan konstruksi. si arsitek sudah mengabdikan dirinya bertahun tahun untuk perusahaan tersebut, dari perusahaan tersebut masih kecil, belum dikenal oleh siapapun sampai saat ini perusahaan tersebut sudah cukup dikenal di kota tersebut.
Namun akhir akhir ini dia merasa ada yang kurang, yakni dari dahulu hingga sekarang gajinya belum juga mengalami peningkata. Ia pun mengungkapkan keinginannya kepada ownernya, jika ia ingin resign dari perushaanya. si owner pun sejenak berpikir dan ia pun menyetujuinya namun dengan syarat ia harus membuat sebuah rumah yang terbaik yang pernah ia buat, atau dengan kata lain mengeluarkan seluruh kemampuan si arsitek itu untuk membuat sebuah rumah.
si Arsitekpun merasa semakin kesal, ia pun membuat rumahnya asal asalan, tidak dengan rasa yang ikhlas, dan tentu saja hasilnya jauh dari kemampuan terbaik yang ia miliki.
sesudah jadi si arsitek itu menyerahkan kunci rumah yang baru di buatnya itu kepada owner perusahaanya itu, namun si owner malah mengembalikkan kunci rumah yang baru itu kepada si arsitek yang akan resign dari perrusahaanya seraya mengucapkan "aku tidak dapat memberikan apapun kepadamu kecuali sebuah rumah yang baru saja engkau buat itu". mendengar kata itu si arsitek pun sangat menyesal karena hasilnya sangat jauh dari kata memuaskan.
ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari cerita diatas. monggo dicari sendiri. suwun
Tidak ada komentar:
Posting Komentar