Kearifan lokal atau local wisdom
yaitu kebenaran yang telah mentradisi dan menetap dalam suatu daerah tertentu
(Gorbyn 2003). Kearifan lokal khususnya di Indonesia sangat majemuk karena
Indonesia mempunyai ratusuan suku dan wilayahnya terbagi dalam ribuan gugusan
pulau. Salah satu bentuk kearifan lokal yang dimiliki oleh bangsa Indonesia
adalah “Ritual Cukur Rambut Gembel” yang
dirangkai dengan Dieng Culture Festival 2014. Dalam acara yang diselenggarakan di
dataran tinggi Dieng kabupaten Banjarnegara tersebut juga menampilkan acara
Jazz Diatas Awan, Kirab Budaya, Internasional Dieng
Photography serta Opera
Mahakarya Dieng.
Ketika membicarakan Dieng banyak hal
yang terlintas dalam benak kita terutama masyarakat Jawa Tengah yang lokasinya
berdekatan dengan salah satu objek wisata andalan Jawa Tengah ini namun kita
akan membicarakan salah satu kerifan lokal yang dimiliki masyarakat dieng yaitu
“Ritual Cukur Rambut Gimbal”. Ada beberapa anak di dataran tinggi Dieng yang
memang terlahir dengan rambut gimbal dan untuk memotongnya haruslah dengan
mengadakan ritual khusus. Ada beberapa syarat yang harus terpenuhi dakam
melakukan acara ritual potong rambut gembel tersebut, diantaranya usia kurang
lebih 10 tahun, permintaan anak yang dipotong rambutnya harus terpenuhi namun
biasanya anak anak tersebut tidak meminta hal yang menyulitkan dan juga
tentunya harus ada kemauan sendiri dari anak yang akan dipotong rambut
gimbalnya. Ketika syarat syarat diatas belum terpenuhi maka si anak tersebut
akan sakit dan akan tumbuh kembali rambut gembelnya.
Festival yang digelar setiap
tahun tersebut dijadikan pemerintah setempat untuk mempromosikan potensi
wisata, baik wisata alam, budaya, hiburan, seni serta semua potensi yang ada dalam
kawasan tersebut. Selain itu juga sebagai bentuk silaturahim dan kominikasi
antara warga dan tempat untuk menyatukan warga dalam suatu momen kegembiraan
dan perayaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar