Selasa, 16 September 2014

Potret Masyarakat Baduy : Ketika Alam Begitu Melekat




Masyarakat Badui ssebagai masyaarakat yang mendiami suatu daerah di Rangkasbitung Propinsi Banten adalah sebagian contoh dari penerapan kearifan lokal yang masih sangat terjaga hingga saat ini. Banyak hal yang patut kita contoh dari adat masyarakat Baduy untuk penerapan kehidupan kita sehari hari namun tidak melulu kita telan mentah mentah semuanya untuk kita terapkan dalam kehidupan sekarang karena masih kurang relevan untuk kehidupan modern. Namun dibalik itu semua terdapat nilai nilai positif
yang kita ambil dari kearifan lokal masyarakat suku baduy, diantaranya yaitu yang saya sebut dengan berkomunikasi dengan alam .
Yang pertama yaitu penggunaan ruang  alam. Dalam kehidupan masyarakat Baduy penggunaan ruang alam dibagi menjadi 3 zona yaitu zona yaitu zona bawah sebagai pemukiman, zona tengah sebagai pertanian dan zona atas sebagai hutan belantara tempat pemujaan. Hal ini mengakibatkan keteraturan lingkungan sehingga lingkungan pun menjadi tertata dan secara langsung mencegah terjadinya bencana alam karena struktur lingkungan tertata sebagaimana mestinya
Kedua adalah system perladangan masyarakat baduy yaitu dengan tidak melakukan perubahan besar besaran terhadap alam. Ini sangat membantu dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk terjaganya keanekaragaman hayati. Namun disisi lain mereka juga sepenuhnya mengandalkan air hujan sebagai satu satunya sumber pengairan bagi ladang mereka. Mereka menganggap air irigasi tidak boleh digunakan untuk mengairi pertanian. Hal ini adalah kepercayaan masyarakat Baduy sehingga harus ditaati oleh semua masyarakat, namun demikian hal ini akan sangat kurang relevan bagi kehidupan modern kita saat ini untuk meningkatkan produksi pangan nasional kita,
Selanjutnya adalah pelestarian hutan mangrove. Pelestarian hutan mangrove oleh masyarakat Baduy sangat bermanfaat bagi lingkungan karena kita tahu dengan melestarikan hutan mangrove dapat menyimpan karbon dan juga dapat menahan ketinggian air laut

Tidak ada komentar:

Posting Komentar