Masyarakat Badui ssebagai
masyaarakat yang mendiami suatu daerah di Rangkasbitung Propinsi Banten adalah
sebagian contoh dari penerapan kearifan lokal yang masih sangat terjaga hingga
saat ini. Banyak hal yang patut kita contoh dari adat masyarakat Baduy untuk
penerapan kehidupan kita sehari hari namun tidak melulu kita telan mentah
mentah semuanya untuk kita terapkan dalam kehidupan sekarang karena masih
kurang relevan untuk kehidupan modern. Namun dibalik itu semua terdapat nilai
nilai positif
yang kita ambil dari kearifan lokal masyarakat suku baduy,
diantaranya yaitu yang saya sebut dengan berkomunikasi dengan alam .
Yang pertama yaitu penggunaan
ruang alam. Dalam kehidupan masyarakat
Baduy penggunaan ruang alam dibagi menjadi 3 zona yaitu zona yaitu zona bawah
sebagai pemukiman, zona tengah sebagai pertanian dan zona atas sebagai hutan
belantara tempat pemujaan. Hal ini mengakibatkan keteraturan lingkungan
sehingga lingkungan pun menjadi tertata dan secara langsung mencegah terjadinya
bencana alam karena struktur lingkungan tertata sebagaimana mestinya
Kedua adalah system perladangan
masyarakat baduy yaitu dengan tidak melakukan perubahan besar besaran terhadap
alam. Ini sangat membantu dalam menjaga kelestarian lingkungan untuk terjaganya
keanekaragaman hayati. Namun disisi lain mereka juga sepenuhnya mengandalkan
air hujan sebagai satu satunya sumber pengairan bagi ladang mereka. Mereka
menganggap air irigasi tidak boleh digunakan untuk mengairi pertanian. Hal ini
adalah kepercayaan masyarakat Baduy sehingga harus ditaati oleh semua
masyarakat, namun demikian hal ini akan sangat kurang relevan bagi kehidupan
modern kita saat ini untuk meningkatkan produksi pangan nasional kita,
Selanjutnya adalah pelestarian
hutan mangrove. Pelestarian hutan mangrove oleh masyarakat Baduy sangat
bermanfaat bagi lingkungan karena kita tahu dengan melestarikan hutan mangrove
dapat menyimpan karbon dan juga dapat menahan ketinggian air laut
Tidak ada komentar:
Posting Komentar