Bukan umpatan atau ungkapan rasa kekecewaan yang saya keluarkan namun lebiih ke semangat untuk menumbuhkan kreativitas dan kemampuan saya dalam menulis untuk sebuah tugas yang diamanahkan kepada saya oleh dosen akademik ditempat dimana saya menimba ilmu yaitu di salah satu universitas swasta di Kota Yogyakarta.
Ketika awal mendapat kabar bahwa untuk pertemuan minggu depan harus mengumpulkan suatu tugas untuk membuat paper tentang kearifan lokal langsung terbesitlah dalam benak saya untuk mengangkat salah satu kearifan lokal dari tempat dimana saya lahir dan dibesarkan yaitu Banjarnegara. Sudah sangat familier dalam telinga kita istilah potong rambut gembel pada masyarakat di Dataran Tinggi Dieng yang borlokasi di perbatasan antara Kab. Banjarnegara dan Wonosobo. Oke kita kembali ke topik mengenai potong rambut gembel dan seperangkat tugas yang harus saya kerjakan. Mulailah saya mencari berbagai artikel mengenai festival potong rambut gembel yang diadakan oleh pemerintah setempat mulai dari koran online sampai berbagai blog yang memuat mengenai berbagai ulasan festival potong rambut gembel yang kebetulan baru berlangsung beberapa waktu yang lalu. Sebenarnya dalam festival tersebut tidak hanya menampilkan potong rambut gembel bagi anak anak yang mempunyai rambut gimbal tetapi berbagai rangkaian acara diadakan dalam rentetan waktu yang hampir bersamaan tersebut diantaranya yaitu pelepasan 3000 lampion ke udara, festival jazz diatas awan, parade budaya dan lain sebagainya.
Berbagai artikel yang saya kumpulkan saya baca, telaah dan mencoba untuk lebih memahami isi dari festival tersebut beserta beberapa rangkaian yang dilakukan. setelah semua proses input dalam otak saya selesai kemudian saya tuangkan apa yang ada dalam benak saya dalam sebuah tullisan yang saya maksudkan untuk memenuhi tugas bagi suatu mata kuliah yang saya ambil. Namun dalam proses yang seharusnya berjalan sesuai rencana tersebut nampaknya tidak terlalu memuaskan karena dari segi bahasa menurut telaah saya masih sangat berantakan sehingga saya memutuskan untuk mencoba kembali menata bahasa yang saya guakan namun apa daya ketika semua usaha yang saya kerahkan belum menuai titik terang juga hingga akhirnya saya memutuskan untuk mengganti topik yaitu mengankat kearifan lokal suku masyarakat Baduy yang berlokasi di Propinsi Banten tepatnya di Kabupaten Rangkasbitung.
Sedikit saya membaca tentang kearifan lokal masyarakat Baduy ketika itu saya merasa langsung cocok untuk menggunakan artikel tentang kearifan lokal masyarakat baduy tersebut yang kemudian saya kasih judul untuk tugas saya yaitu : Berinteraksi dengan Alam Ala Masyarakt Baduy. Isi dari paper yang saya buat yaitu dengan menggabungkan berbagai sudut pandang penulis dan berbagai sumber yang saya dapat dari berbagai blog atau situs yang saya temukan. semua isi paper yang saya buat mengguakan kaidah dan bahasa yang menurut saya memang sudah saya sempurnakan namun terlepas dari itu saya hanyalah mahasiswa yang mempunyai tingkat kecerdasan bukan diatas rata rata dan itulah tulisan maksimal yang bisa saya kasih kepada dosen saya tanpa ada unsur copy-paste karena saya tidak semata mata mengambil namun saya menuliskan bergai kumpulan artikel kemudian saya mencoba untuk menggabungkan tulisan tersebut dengan bahasa yang saya susun sendiri dengan mengambil intisari dari berbagai artikel tersebut. Namun apa daya ketika dosen lebih berkuasa daripada Tuhan dan ketika itu tulisansaya ditolak dengan alasan tugas yang hanya copy-paste dari internet tanpa menggunakan bahasa yang saya susun sendiri. Seketika itu saya berusaha menerima apa yang memang harus saya terima meskipun hati kecil saya mengatakan tidak demikian. Dari kejadian tersebut saya termotivasi untuk membuat tulisan lebih baik dan melupakan kejadian mengecewakan yang saya alami untuk kemudian menumbuhkan nilai dan sikap positif yang harus saya kembangkan.
ketika itu saya memutuskan untuk membuat sebuah paper mengenai kearifan lokal dalam masyarakat tempat dimana saya tinggal yaitu ngapati dan mitoni. Hal tersebbut saya angkat karena selain untuk memenuhi tugas saya yang masih dianggap salah dan untuk menambah ketrampilan saya dalam mengolah kata kata juga saya maksudkan untuk berbagi pengalaman, ide, cerita dan pandangan dari diri saya pribadi. Silahkan kepada para blogger yang ingin mengetahui tentang apa itu ngapati dan mitoni klik disini
sekian cerita minggu kedua perkuliahan saya.
wassalam :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar